Sabtu, 19 September 2015

proses pembelajaran bimbingan manasik umroh

Dambaan setiap muslim yang menu­naikan ibadah umroh adalah memperoleh umroh mabrur. Namun untuk mencapai umroh yang mabrur tidak semudah yang diinginkan karena untuk mencapainya, salah satu prasyaratnya adalah pemahaman mengenai manasik umroh yang utuh. Untuk memperoleh pemahaman tersebut, proses pembelajaran dalam bimbingan manasik umroh yang diarahkan pada kemandirian, menuju kesempurnaan ibadah umroh sesuai tuntunan ajaran agama Islam, merupakan suatu keniscayaan.

Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas di berbagai sektor kehidupan semakin tinggi, termasuk tuntutan terhadap pelayanan dalam bimbingan manasik umroh. Berbarengan dengan itu perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi komunikasi dan in­ formasi terus berkembang, menuntut setiap orang termasuk pengambil keputusan pada level manapun berinovasi untuk menyesuaikan dan mengikuti perkembangan tersebut, apabila tidak ingin ketinggalan atau ditinggalkan perubahan itu sendiri.

Mengubah pola fikir (mindset)dan pola tindak (cultureset) pengambil kebijakan dan para pembimbing dari kondisi sekarang yang dirasa belum efektif menuju pada keadaan yang diinginkan di masa depan, yaitu jemaah mandiri, merupakan keharusan. Oleh karena itu suatu keniscayaan peningkatan dan penyempur­ naan pola bimbingan secara terus menerus & berkelanjutan dilakukan, sesuai dengan kondisi dan situasi yang berkembang. Sejalan dengan itu bimbingan terhadap jemaah umroh dalam bentuk perorangan, kelompok dan massal hendaknya diarahkan dalam rangka membentuk jemaah umroh mandiri. Akan tetapi bimbingan yang dilakukan saat ini di Kecamatan, Kabupaten/ Kota, Propinsi maupun di Pusat, masih secara tradisional melalui tatap muka dengan hasil kurang efektif.

Pengamatan sementara terhadap dampak pembinaan/bimbingan jemaah umroh yang selama ini dilakukan, belum menunjukan hasil yang optimal. Hal ini dapat diamati dan ditemukan dalam pelaksanaan ibadah umroh di Arab Saudi masih adanya ketergantungan jemaah umroh ke­ pada petugas atau orang lain, malahan masih

terdengar pertanyaan jemaah “setelah melakukan yang tadi (lontar) apalagi yang akan dilakukan”? Juga sering dilihat pada waktu tawaf ketua rom­ bongan teriak­teriak baca do’a diikuti jemaah di belakngnya, ini mengindikasikan tingkat pengetahuan jemaah tentang proses ibadah umroh sangat kurang, dan gambaran tidak adanya kemandirian dalam beribadah. Padahal seluruh jemaah umroh mendambakan pada satu saatnya nanti setelah selesai menunaikan ibadah umroh memperoleh umroh mabrur. umroh mabrur tidak akan tercapai manakala tidak didukung pemahaman jemaah umroh terhadap manasik dan ibadah lainnya serta dapat melaksanakannya sesuai tuntunan ajaran agama Islam. Hal ini menjadi prasyarat kesempurnaan ibadah umroh untuk memperoleh umroh mabrur.

Kompetensi
Jemaah umroh mandiri adalah jemaah umroh
yang memiliki kompetensi atau kemampuan memahami manasik umroh dan ibadah lainnya, serta dapat menunaikan ibadah umroh dengan benar sesuai tuntunan ajaran agama Islam. Bila dirinci kompetensi tersebut ke dalam indikator adalah sebagai berikut:
1) dapat menyebutkan syarat rukun, wajib, sunah dan larangan ibadah umroh;
2) dapat melakukan manasik umroh dengan benar sesuai tuntunan agama Islam;
3) dapat menyebutkan proses perjalanan ibadah umroh;
4) dapat menjaga kesehatan dan keamanan diri sendiri;
5) dapat memenuhi kebutuhan diri sendiri.

Pada sisi lain kompetensi pembimbing akan sangat menentukan keberhasilan bim­ bingan. Adapun kompetensi pembimbing yang diharapkan adalah kemampuan memahami proses pelaksanaan ibadah umroh dan penerapan metode yang sesuai dengan materi dalam proses bimbingan. Adapun indikator adalah:
1) dapat mengidentifikasi jenis materi bimbingan yang sesuai dengan bentuk bimbingan perorangan, kelompok dan massal;
2) dapat menentukan penerapan metode yang sesuai dengan materi dengan pendekatan pembelajaran orang de­ wasa;
3) dapat memilih media pembelajaran yang sesuai dengan bentuk bimbingan ;
4) dapat melakukan evaluasi pembelajaran.
paket umroh akhir tahun 2015 - travel umroh di bekasi - travel umroh di jakarta - promo paket umroh desember 2015
Faktor Lingkugan
Berbagai faktor intern maupun ekstern hen­
daknya mendapat perhatian, karena akan berpe­ ngaruh terhadap tingkat keberhasilan bimbingan. Dengan memperhatikan faktor lingkungan serta keterlibatan semua pihak (tokoh masyarakat, ulama, penyuluh, kelompok bimbingan, mau­ pun pejabat pusat dan daerah), berkontribusi dalam mensukseskan keberhasilan bimbingan manasik umroh. Apabila dirinci faktor intern yang dapat mempengaruhi kegagalan/keberhasilan bimbingan antara lain sebagai berikut:
1) sangat beragamnya profil jemaah umroh; pengetahuan manasik umroh, latar belakang pendidikan, tingkat sosial, budaya, dan umur;
2) kualitas dan kompe­ tensi pembimbing jemaah umroh dalam penguasaan metode bimbingan;
3) sarana dan alat bantu bimbingan yang perlu disediakan;
4) kemampuan para penyelenggara bimbingan dalam penyiapan dan proses pelaksanaan bimbingan.

Faktor ekstern yang mempengaruhi bim­ bingan antara lain:
1) biaya yang tersedia untuk proses pelaksanaan bimbingan belum memadai;
2) domisili jemaah umroh yang tersebar di pelosok, jauh dari lokasi tempat bimbingan;
3) pengaruh lingkungan sosial yang menghambat kelancaran bimbingan;
4) pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.

Langkah Perbaikan dan Penyempurnaan Berangkat dari berbagai faktor tersebut di atas yang mungkin dapat menghambat kelancaran ke­
berhasilan bimbingan, maka langkah inovatif dan kreatif perlu dilakukan. Langkah­langkah tersebut antara lain sebagai berikut:
1) menyempurnakan pola pembinaan jemaah umroh dengan desain dan struktur kurikulum yang disesuaikan dengan tujuan membentuk sosok seorang jemaah yang memiliki kompetensi mandiri;
2) meningkatkan kualitas seluruh pembimbing yang ada melalui pelaksanaan uji kompetensi dan sertifikasi;
3) me­ nyusun dan menyempurnakan materi bimbingan dalam bentuk modul, leaflet, booklet, CD, poster, sebagai pegangan pembimbing dan jemaah umroh, selain buku­buku bimbingan manasik umroh yang sudah baku;
4)membuat film instruksional bim­ bingan manasik umroh ;
5) memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi sebagai sarana pem­ binaan dan bimbingan secara optimal seperti; Televisi, Radio, Internet dan alat kemunikasi lain­ nya;
6) memanfaatkan peluang jemaah umroh yang telah mendaftar dengan membentuk kelompok bimbingan dan mengintensipkan kursus manasik umroh secara berkelanjutan.

Komitmen pimpinan dan berbagai pihak sangat menentukan terwujudnya keberhasilan bimbingan. Begitu juga kualitas pembimbing perlu mendapat perhatian pimpinan. Selain dari itu tanpa adanya dukungan anggaran yang memadai mustahil akan terwujud.
Insya Allah dengan optimisme yang kuat akan terwujud, jemaah umroh mandiri. Amin.n

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar